Rabu, 08 Desember 2010

ANALISA USAHA MENANAM BAWANG


ANALISA USAHA
MENANAM BAWANG
METODE PSA DAN PESTISIDA KIMIA 

BAWANG MERAH
Menggunakan Pupuk-Pestisida Kimia
Pembersihan lahan
Pengolahan tanah dalam pertanian bawang yang sering mereka lakukan adalah dengan cara tradisional. Tahap awal dari penanaman bawang adalah dengan pembersihan lahan dengan membabat/memotong rumput-rumput sekitar lahan, lalu membakarnya.  
Lahan yang telah dibersihkan kemudian diolah dengan cara mencangkul/membalik  + 25 cm, kemudian dilakukan pengumpulan akar- akaran dari dalam tanah yang dicangkul dan dibiarkan selama 2 minggu menunggu dilakukan penanaman

Persiapan Bibit, Pupuk dan Pestisida
Pemilihan bibit dilakukan dengan hati-hati karena pada umumnya bibit banyak mengalami busuk akar. Jadi harus dilakukan dengan teliti. Biasanya bibit yang digunakan adalah bawang yang telah dibersihkan dari daun, akar, tidak bau busuk atau tidak lembek, tidak basah, dan telah digantung + 1,5  bulan. Karena bila bawang yang lembab dan lembek ditanam maka tidak akan tumbuh dengan baik.
Setelah persiapan bibit selesai maka dilakukan persiapan pupuk dan  pestisida. Pupuk yang biasa digunakan adalah ZA, TSP dan SS dengan perbandingan 1 : 2 : 2. Pestisida yang biasa dipergunakan adalah Gramor D, Gramor B, Vitagro dan Antrakol. Fungsinya untuk memperlebat daun bawang. Perbandingan Gramor 2 CC  :  Vitagro 2 CC  per tangki begitu juga perbandingan untuk jenis Antracol .

Penanaman 
Sebelum mulai penanaman, dilakukan penggemburkan lahan sambil dibersihkan dari akar yang masih ada. Kemudian dilakukan penaburan pupuk secara merata dengan pupuk (ZA, TSP, SS) yang telah dicampur sebanyak 25 kg dengan perbandingan di atas. Lalu dilakukan pembedengan dengan lebar +1 meter dengan panjang rata-rata 5 meter atau menurut selera ataupun menurut luas lahan.
Jarak tanam disesuaikan menurut ukuran bawang, kalau bibit bawang besar maka jarak tanam agak renggang dan kalau bibit bawang kecil maka jarak tanam rapat (umumnya jarak tanam 5 X 5 cm).
Bedengan berbentuk cembung (bagian tengah harus lebih tinggi dari sisi kiri dan kanan) dengan tujuan bila musim hujan air tidak tergenang dipermukaan bedegan.

Perawatan
Perawatan bawang tergantung cuaca atau musim. Selanjutnya dilakukan  perawatan sebagai berikut ; Setelah bawang berumur 2 minggu, dilakukan penyemprotan pertama dengan menggunakan takaran dan jenis pestisida di atas, selanjutnya dilakukan penyiangan setelah tanaman berumur 4 minggu.
Setelah tanaman umur 5 minggu dilakukan penggemburan tanah di sela-sela tanaman bawang dengan cangkul kecil dengan tujuan agar tanah longgar (berpori) sehingga umbi bawang leluasa berkembang dengan baik. Setelah bawang berumur 6 minggu dilakukan penyemprotan kedua. Setelah umur 7 minggu dilakukan penyiangan kembali dan pada umur 9 - 10 minggu (+ 1 minggu) sebelum panen, dilakukan penyemprotan untuk merangsang perkembangan umbi dan untuk mempercepat daunnya layu.

Panen
  Setelah tanaman berumur 10 - 11 minggu, bawang siap untuk dipanen, dengan cara mencabut dan membiarkan terkena sinar matahari selama 1 - 2  hari, kemudian digantung selama  + 3 minggu agar bawang berwarna merah cerah dan kering, setelah itu bawang siap untuk dipasarkan.
Penanaman bawang menggunakan pupuk dan pestisida kimia ini, menurut pengalamannya tidak dapat bertahan lebih dari 2 - 3 bulan karena bawang akan busuk dan bawang akan  mengalami penyusutan berat hingga setengah dari berat sebelumnya. (Biasanya berat bawang harus dapat menghasilkan/mencapai 8 kali dari berat bibit yang digunakan).

Analisa  Usaha Bawang per 1 rante
Menggunakan  Pupuk dan Pestisida Kimia (PPK)
Tenaga kerja
1.            Pembersihan lahan, 1 orang x 1 hari @ Rp.25.000          Rp.   25.000
2.            Penggemburan  tanah tahap I, 3 orang @ Rp.25.000                Rp.   75.000
3.            Penggemburan tanah tahap II
      dan pembuatan bedengan, 2 orang                                 Rp    50.000
4.            Penanaman 2 orang @ Rp. 25.000                               Rp.   50.000
5.            Penyemprotan (3 kali), 1 orang @ Rp.25.000                Rp.   25.000
6.            Penyiangan (2 kali),  2 orang @ Rp. 25.000                            Rp. 100.000
7.            Panen (mencabut dan mengangkat) 2 orang                           Rp.   50.000
8.            Menggantung bawang  1 orang                                             Rp.   25.000
Total                                                                      Rp. 400.000

Biaya bahan
1.            Benih / bibit 30 kg x Rp.5000                                               Rp. 150.000
2.            Pupuk 30 kg x Rp.3.000                                                      Rp.   90.000
3.            Pestisida 3 botol x Rp.20.000,- + antracol 500 gr            Rp. 108.000
4.            Biaya lain-lain                                                           Rp.   50.000
           Total biaya bahan                                                   Rp. 398.000

Total biaya tenaga kerja, bahan-bahan Rp.798.000,- (sewa lahan, biaya peralatan tidak dihitung)
v   
Menggunakan Pupuk-Pestisida Selaras Alam
Persiapan PPA dan Persiapan lahan
Bunga tahi ayam, daun sipaet-paet, daun ingul, biji buah sirsak, cabe rawit,  dan lain sebagainya.
Lahan yang akan ditanami terlebih dahulu dibersihkan dengan cara membabat rumput dan mengumpulkan dan memasukkan ke dalam lubang yang telah disediakan untuk dikomposkan. Selanjutnya lahan dicangkul  sedalam + 25 cm. Pada waktu pencangkolan ini semua rumput beserta akar-akaran dicincang sampai halus (+ 5 cm) dan dibiarkan selama 2 minggu selanjutnya dipakai sebagai kompos.

Persiapan kompos
Penyedian bahan-bahan seperti pupuk kandang yang sudah kering  200 kg, dicampur dengan dedak, arang sekam 50 kg ditambah daun-daunan yang telah dicincang halus 50 kg. Semua bahan dicampur jadi satu dan dilakukan penyiraman dengan EM-4 buatan sendiri yang dicampur dengan air.
Pembuatan EM-4 dilakukan dengan memanfaatkan buah-buah yang ada di sekitar, yaitu dengan mengambil air perasannya yang dicampur dengan gula pasir atau gula merah dan air.
Selanjutnya campuran kompos disiram dengan cairan EM-4 sampai kompos dirasa lembab. Kompos dirasa cukup lembab apabila kompos digenggam tidak meneteskan air dan jika dilepas tidak hancur. Kompos tersebut kemudian ditutup dengan plastik hitam, tetapi terlebih dahulu ditancapkan bambu/kayu sebagai lubang tempat sirkulasi udara. 
Setelah kompos dirasa sudah matang (matang : apabila bambu dicium telah menimbulkan bau khas), berarti kompos telah siap untuk dipakai. Sebelum kompos dipakai, kompos ditebar/didinginkan untuk mengurangi panas.
Pada dasarnya, cara tanam dengan mengunakan PPSA dan dengan menggunakan PPK sama, tetapi perumputan dengan PPSA menjadi 3 kali sedangkan dengan PPK hanya 2 kali. Penyiangan yang ketiga dilakukan 2 atau 3 minggu sebelum panen. Penyemprotan dilakukan sebanyak 4 kali dan penyemprotan keempat dilakukan setelah penyiangan terakhir.
Akan tetapi, bawang hasil PPSA dapat ditahan/digantung sampai 6 bulan. Dari pengalaman mereka, hasil bawang yang memakai PPK 1 kaleng beratnya kurang dari 10 kg, sedangkan dengan PPSA 1 kaleng bisa mencapai berat 10 sampai 12 kg, warna lebih cerah dan rasa lebih pedas dan tidak mengandung bau busuk atau langu.
Bila dijadikan sebagai bibit, bawang yang memakai PPSA sangat cocok karena siungnya  lebih besar, padat, tahan pada kemarau. Sebelum tanam, bibit bawang terlebih dahulu direndam selama 1 jam. Pada waktu menanam harus hati-hati agar suing bawang tidak lecet atau luka agar pertumbuhan dan perkembangan bibit tetap bagus.
Analisa  Usaha Bawang per 1 rante
menggunakan Pupuk-Pestisida Selaras Alam (PPSA)
Tenaga kerja
1.            Pembersihan lahan 1 orang x 1 hari @ Rp.25.000,-                   Rp.    25.000
2.    Pengemburan  tanah I 3 orang @ Rp.25.000,-                    Rp.    75.000
3.            Penggemburan tanah ke II dan pembuatan bedengan 2 orang   Rp     50.000
4.            Penanaman 2 orang @ Rp. 25.000,-                                      Rp.    50.000
5.            Penyemprotan (4 kali) 1 orang @ Rp.25.000,-                         Rp.    25.000
6.            Menyiangi (3 kali) 2 orang x 2 hari @Rp.25.000                       Rp.  100.000
7.            Panen (mencabut dan menggangkat) 2 orang                          Rp.    50.000
8.            Menggantung bawang  1 orang                                             Rp.    25.000
 SubTotal                                                                Rp.  400.000

Biaya bahan
1.            Benih/bibit 30 kg x Rp.5000                                        Rp.  150.000
2.            Kompos / pupuk buatan 300 kg                                           Rp.    50.000
3.            PPA 2 liter                                                                         Rp.      2.600
4.            Biaya lain-lain                                                                    Rp.    20.000
            Total Biaya Bahan-bahan                                         Rp.  222.000
Total biaya tenaga kerja, bahan-bahan Rp. 622.000 (sewa lahan, biaya peralatan tidak dihitung)
Perkiraan Hasil  per 1 Rante Bawang
Menggunakan PPK dan PPSA

Metode
Perkiraan Produksi Siap Jual
Perkiraan Harga
(Dianggap sama)
Perkiraan hasil penjualan
Biaya produksi
Perkiraan keuntungan
PPK
 <240 kg
Rata-rata
Rp 4.000
<Rp. 960.000
+ Rp.798.000
+ Rp.162.000
PPSA
240-300 kg
Rata-rata
Rp 4.000
Rp. 960.000 s/d Rp.1.200.000
+ Rp.622.000
+ Rp.338.000
s/d
  Rp.578.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Loading...
SELAMAT DATANG