Kamis, 09 Desember 2010

KESALAMATAN DALAM PERLINDUNGAN ALLAH, MAZMUR 91:9-16


pENELAAHAN aLKITAB
MAZMUR 91: 9 – 16

·         Bernyanyi Kj. 10: 1
·         Doa pembuka
·         Pembacaan nas      : Mazmur 91: 9-16
·         Penjelasan nas

Pendahuluan
Kebanyakan orang mencoba memahami Alkitab dengan didasari pemikirannya sendiri. Artinya pikirannya sendiri yang dipaksakan untuk memahami Alkitab. Hal ini menyebabkan teks dalam Alkitab kehilagan maknanya sendiri dan tujuannya sendiri. Hendaknya, Alkitab diberikan kesempatan untuk berbicara melalui teks, sehingga teks itu menyentuh pemikiran atau pemahaman manusia. Oleh karena itu, untuk memahami teks Alkitab hendaknya memohon penyertaan dan bimbingan TUHAN, Bapa Yesus Kristus melalui pemohonan Roh Kudus di dalam nama Yesus Kristus. Karena Alkitab berisikan mengenai Firman TUHAN, sehingga untuk memahaminya hendaknya memohon penyertaan-Nya.
Setiap manusia pernah bahkan pasti membutuhkan pertolongan maupun perlindungan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia itu memiliki keterbatasan, bahkan menunjukkan manusia itu adalah makhluk yang lemah. Hal itu juga menunjukkan manusia tidak bisa hidup hanya mengandalkan dirinya sendiri, serta kekuatannya sendiri.
            Demikian halnya dengan si pemazmur, dimana ia membutuhkan perlindungan. Perlindungan dapat berarti sesuatu yang dapat membuat dirinya aman baik dalam segi psikologis dan jasmani. Aman dari sesuatu yang mengancam hidupnya. Aman dapat berarti sesuatu situasi atau suasana yang kondusif, sesuatu yang damai bagi dirinya. Biasanya orang yang mencari atau membutuhkan perlindungan ialah orang yang lemah, yang memiliki keterbatasan, dan perlindungan yang diharapkan ialah sesuatu yang memiliki kekuatan yang melebihi kekuatannya, serta orang yang meminta perlindungan ini mengetahui atau pun mengenal orang yang dapat dijadikan perlindungannnya.

Tafsiran
            Bila diperhatikan perikop ini menunjukkan perlindungannya pada TUHAN, Allahnya. Ia menyatakan perlindungannya ini didasarkan pada iman, atau keyakinannya bahwa hanya TUHAN, Allahnya yang sanggup untuk melindunginya, dan melebihi perlindungan yang diberikan oleh manusia. Dalam hal ini terlihat kedekatan antara si pemazmur dengan TUHAN, Allahnya.
                       
            Seperti penjelasan di atas, biasanya orang yang meminta perlindungan adalah orang yang lemah, bahkan yang mengalami ancaman. Apakah yang membuat si pemazmur merasa lemah atau apa yang menjadi ancaman bagi si pemazmur? Nas ini memperlihatkan suatu mazmur yang dituliskan oleh si pemazmur, yang merupakan suatu credo atau kesaksian imannya, dimana TUHAN, Allah Israel yang merupakan perlindungannya, mampu melepaskan dirinya dari acaman atau kelemahannya. Teks ini tidak menjelaskan secara konkrit apa yang menjadi ancaman atau sesuatu yang membuat si pemazmur lemah. Namun, bila diperhatikan ada beberapa petunjuk yang dituliskan si pemazmur mengenai ancaman, misalnya “jerat penangkapan burung”, “sampar”, “panah”, “kegelapan”, dan “penyakit menular” (ay.3-6). Semua itu mengarah pada sesuatu yang dapat menyebabkan kematian.
            Bila diperhatikan pada Mazmur 90 terlihat bagaimana Musa, seorang abdi TUHAN, menyampaikan doanya dalam bentuk mazmur mengenai perlindungan TUHAN, yang telah membebaskan bangsa Israel dari ancaman kehidupan (baik secara psikologi, dan jasmani), serta yang telah memperlihatkan tanda-tanda ajaib (halongangan) ketika bangsa itu dalam perjalanan keluar dari Mesir.
            Pada ayat 9 si pemazmur memberikan tawaran kepada pembaca, dan tawaran sekaligus sebagai pengakuan iman, dan memberikan jaminan. Si pemazmur mengajak/ menawarkan si pembaca untuk menjadikan TUHAN, Allah Israel, yang telah membebaskan bangsa itu dari Mesir sebagai tempat perlindungan. Si pemazmur pada ayat-ayat sebelumnya telah memberikan beberapa hal alasan mengapa harus kepada TUHAN, Allah Israel menjadi tempat perlindungan (ay. 3-8).  Kemudian di ayat 10-13, si pemazmur kembali memberikan apa tujuannya memilih TUHAN, menjadi tempat perlindungan. Malapetaka yang dimaksudkan pada ayat 10 merupakan sesuatu keadaan yang dapat membuat tidak nyaman secara fisik dan psikis seseorang bahkan yang mengancam kelangsungan hidup seseorang.
            Pada ayat 11-13, juga mengarah pada perlindungan TUHAN yang membawa keselamatan kepada orang yang berlindung pada-Nya. Pada ayat 11-12, merupakan kutipan yang dikutip oleh iblis ketika ia mencobai Yesus di padang gurun (Mat.4: 6; Luk. 4: 10-11). Ayat 11-12 merupakan penyataan dimana Allah akan mengutus malaikat-malaikat-Nya, sebagai representatif Allah dalam melindungi manusia yang berlindung pada-Nya. Sama halnya dengan ayat 13, singa dan ular tedung merupakan tanda kekuatan yang dapat mematikan lawannya. Akan tetapi si pemazmur memberikan jaminan iman bahwa kekuatan yang mematikan itu akan dilangkahi bagaikan sesuatu yang tidak memiliki kekuatan, atau sesuatu yang lemah. Itu berarti kekuatann yang mematikan itu, tidak akan mampu untuk mematikan manusia yang menjadikan TUHAN, perlindungannya. Si pemazmur telah memberikan hal, mengenai keselamatan yang diperoleh dalam perlindungan TUHAN, Allah Israel.
            Pada ayat 14-16, merupakan jaminan yang disampaikan TUHAN kepada si pemazmur. Jaminan ini merupakan suatu jaminan iman, jaminan yang memberikan kehidupan dan keselamatan di dalam perlindungan TUHAN, Allah Israel. Ayat 14-15, merupakan suatu tindakan Allah kepada orang yang berlindung pada-Nya. Jaminan akan keselamatan baik jaminan hidup dan jaminan penyertaan.
            Apakah keselamatan Allah yang diberikan? Keselamatan merupakan isi dari pengharapan orang yang beriman. Pengharapan muncul dari iman atau keyakinan seseorang. Artinya, seseorang itu berharap kepada seseorang karena ia memiliki keyakinan seseorang itu bisa memenuhi pengharapannya. Oleh karena itu, pengharapan keselamatan merupakan pengharapan akan tindakan Allah, tindakan Allah adalah tindakan memberikan kebebasan, dan tindakan keselamatan.
Aktualisasi
            Setiap manusia tentu pernah terkena ancaman, atau pernah merasakan suatu ketakutan yang mungkin bisa ia kehilangan kesempatan, bahkan hidupnya sendiri. Manusia juga memiliki keterbatasan untuk mempertahankan dirinya dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, si pemazmur memberikan suatu jaminan akan keselamatan kepada manusia yang demikian, yaitu TUHAN, Allah Israel. Jaminan ini tidak terlepas dari iman atau keyakinan yang dimiliki oleh seseorang. Dalam keyakinan ini pun, si pemazmur telihat memiliki kedekatan yang dalam dengan TUHAN, Allahnya. Kedekatan ini juga tidak terlepas dari pengalaman hidupnya yang berada di dalam perlindungan TUHAN.
            Perlindungan TUHAN, tidak memberikan kesempatan kepada manusia untuk berdiam diri tanpa melakukan apa pun. Namun, di dalam perlindungan TUHAN, merupakan suatu jaminan dan perlindungan ini direspon dengan suatu tindakan. Tindakan yang dimaksudkan ialah melakukan apa yang yang menjadi kewajibannya sebagai seorang yang berlindung pada TUHAN. Itu berarti berlindung kepada TUHAN dapat berarti melakukan apa yang diperintahkan oleh TUHAN dalam firman-Nya.

Pertanyaan diskusi
1.      Bagaimana sikap anda apabila anda mengalami ancaman atau gangguan secara psikologis
2.      Apa-apa sajakah yang dapat anda sampaikan tentang pengalaman anda dalam perlindungan TUHAN?
3.      Apa usaha anda untuk menyatakan bahwa anda berada dalam perlindungan TUHAN?

·         Bernyanyi Kj. 445: 1-2
·         Doa syafaat
Bernyanyi Kj. 438: 1

1 komentar:

  1. (1) Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

    dst

    (16) Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

    Yang dimaksud orang itu dan dia, adalah yesus diselamatkan dan diangkat Allah, tidak dibunuh dan tidak disalib.

    Sedangkan yang disalib tertulis dalam Yesaya 53 seorang pemberontak yahudi dari bukit Zion (yang sudah lama ditawan di penjara)

    BalasHapus

Loading...
SELAMAT DATANG